Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting


Persyaratan dan Tips Lulus SPCP IPDN 2020

Persyaratan dan Tips Lulus SPCP IPDN 2020

Lamopi.Com - Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN untuk tahun 2020 dibuka Bulan Juni. Pendaftaran Calon Praja IPDN ini akan bersamaan dengan Penerimaan Taruna Baru untuk Sekolah Kedinasan lainya melalui laman Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara SSCASN BKN di laman https://sscasn.bkn.go.id

Pendafatarn Sekolah Kedinasan IPDN 2020

Berdasarkan Surat Menteri PANRB terbaru Nomor B/435/M.SM.01.00/2020 disebutkan bahwa sejumlah kementerian/lembaga yang membuka pendaftaran sekolah kedinasan. 


Institut Pamarentahan Dalam Negeri yang disingkat "IPDN" adalah Lembaga Pendidikan Tinggi Kedinasan dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, yang bertujuan mempersiapkan kader pemerintah, baik di tingkat daerah maupun di tingkat pusat. 

Berdasarkan Keppres No. 87 Tahun 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan untuk menggabungkan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dengan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) menjadi IPDN. (wikipedia)

Untuk siswa-siswi yang kini sudah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat, ini merupakan kesempatan yang luar biasa bagi kalian untuk menjadi Aparatur SIpil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui Sekolah Kedinasan Tahun 2020.

Pengumuman Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2020 akan diumumkan pada tanggal 1 Juni 2020,  sedangankan Pendaftaran melalui portal SSCASN-BKN dilakukan mulai tanggal 8 s.d 23 Juni 2020.

Bagi Kalian yang ingin mendaftarkan diri sebagai calon praja IPDN 2020, maka harus melakukan persiapan yang besar untuk menghadapi persaingan yang ketat.

Sebelum pendaftaran resmi dibuka alangkah baiknya,  jika kalian para calon Praja IPDN untuk mempelajari serta memahami tata cara pendaftaranya dengan benar. untuk itu kami sangat menganjurkan kalian untuk membaca buku panduan pendaftaran Sekolah Kedinasan 2020.


Berikut persyaratan penerimaan SPCP IPDN 2020:

Persyaratan Umum 

  1. Warga Negara Indonesia. 
  2. Usia peserta seleksi minimal 16 (enam belas) tahun dan maksimal 21 (dua puluh satu) tahun pada saat pembukaan pendidikan tanggal 1 Desember 2020.
  3. Tinggi badan pendaftar bagi pria minimal 160 cm dan pelamar wanita minimal 155 cm.

Persyaratan Administrasi 

  1. Berijazah paling rendah Sekolah Menengah Umum (SMU) atau Madrasah Aliyah (MA) termasuk lulusan Paket C dengan ketentuan
    • Nilai Rata-rata Ijazah minimal 70,00 (tujuh puluh koma nol-nol) untuk Nilai Rata-rata Rapor dan Nilai Ujian Sekolah lulusan 2017 s.d. 2020; dan
    • Nilai Rata-rata Ijazah bagi Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat ditetapkan minimal 65,00 (enam puluh lima koma nol-nol) untuk Nilai Rata-rata Rapor dan Nilai Ujian Sekolah lulusan 2017 s.d. 2020;
  2. KTP-el bagi peserta yang berusia 17 tahun atau Kartu Keluarga (KK) bagi yang belum memiliki KTP-el;
  3. Bagi yang belum memiliki KTP-el atau Kartu Keluarga (KK) dapat melampirkan Surat Keterangan Kependudukan atau resi permintaan pembuatan KTP-el yang ditandatangani oleh pejabat berwenang;
  4. Surat Keterangan lulus dari Kepala Sekolah atau pejabat yang berwenang, bagi siswa SMU/MA Tahun Ajaran 2019/2020;
  5. Surat Keterangan Orang Asli Papua (OAP) khusus bagi peserta OAP yang ditandatangani oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota masing-masing dan mengetahui Ketua atau Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP);
  6. Alamat e-mail yang aktif; dan
  7. Pasfoto

Persyaratan Khusus 

  1. Tidak sedang menjalani atau terancam hukuman pidana karena melakukan kejahatan;
  2. Tidak bertindik atau bekas ditindik telinganya atau anggota badan lainnya bagi peserta pria, kecuali karena ketentuan agama/adat;
  3. Tidak bertato atau bekas tato;
  4. Tidak menggunakan kacamata/lensa kontak;
  5. Belum pernah menikah/kawin, bagi pendaftar wanita belum pernah hamil/melahirkan;
  6. Belum pernah diberhentikan sebagai Praja IPDN dan perguruan tinggi lainnya dengan tidak hormat;
  7. Apabila pendaftar dinyatakan lulus dan dikukuhkan sebagai Praja IPDN, maka pendaftar:
    • Sanggup tidak menikah/kawin selama mengikuti pendidikan;
    • Bersedia diangkat menjadi CPNS/PNS dan ditugaskan/ditempatkan di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia;
    • Bersedia ditempatkan pada proses pembelajaran di seluruh kampus IPDN;
    • Bersedia mentaati segala peraturan yang berlaku di IPDN; dan
    • Bersedia diberhentikan sebagai Praja IPDN jika melakukan tindakan kriminal, mengkonsumsi dan/atau menjual belikan narkoba, melakukan perkelahian, pemukulan, pengeroyokan, menyebarkan paham radikalisme dan melakukan tindakan asusila atau penyimpangan seksual (LGBT).
  8. Apabila pendaftar terbukti melakukan pemalsuan identitas/dokumen persyaratan pendaftaran di atas maka pendaftar dinyatakan GUGUR; dan
  9. Tata cara dan teknis pengisian persyaratan administrasi secara lengkap dapat dipelajari melalui video tutorial pada Website SPCP IPDN

Tahapan Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN 2020

Setelah Proses Pendaftaran dan Verifikasi yang dilakukan di Portal SSCN DIKDIN, untuk menjadi Calon Praja IPDN, para calon peserta diwajibkan untuk mengikuti semua tahapan tes yang akan diujikan. Jika para pendaftar/peserta di tiap tes nya sampai dengan tes akhir memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan maka dapat dinyatakan lulus sebagai calon praja IPDN. Begitu pula sebaliknya jika salah satu item Tahapan Tes Yang diujikan ada yang GAGAL/GUGUR atau Tidak Memenuhi Syarat maka dinyatakan GAGAL karena sistem tahapan tes yang dilakukan IPDN dalam Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) baru menggunakan sistem GUGUR.

1. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akan dilakukan dengan menggunakan sistem CAT (Computer Assesment Test) oleh BKN

2. Tes Kesehatan Tahap I

Tes Kesehatan daerah akan dilakukan oleh Kepolisian Daerah

3. Pantukhir
  • Verifikasi Faktual Dokumen Persyaratan Administrasi Pendaftaran
  • Tes Kesehatan Tahap II

Selain Persyaratan diatas. Berikut beberapa tips yang perlu disiapkan sebelum mengikuti seleksi sekolah ikatan dinas tersebut.

1. Siapkan berkas administrasi yang dibutuhkan

Pada tahapan awal seleksi, Kamu diminta untuk mengunggah beberapa berkas yang nantinya akan di verifikasi kebenarannya. Berkas-berkas tersebut digunakan untuk menyortir calon siswa-siswi dan taruna-taruni yang layak maju ke proses selanjutnya.

Oleh karena itu, pastikan segala dokumen, seperti KTP, ijazah, akta kelahiran, surat rekomendasi, kartu keluarga, dan data-data lainnya lengkap.

2. Belajar

Nah, tentunya Kamu harus punya bekal ilmu sebagai pegangan. Karena ada banyak rentetan seleksi yang harus dilalui. Seperti misalnya tes tertulis, meliputi Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Kemempuan Dasar (TKD), Tes Kemempuan Bidang (TKB), dan psikotes, serta tes wawancara.

Untuk itu, jangan lupa belajar terlebih yang dipelajari harus sesuai sekolah kedinasan yang dipilih. Gampangnya, Kamu bisa pelajari contoh-contoh soal yang pernah keluar di ujian sebelumnya. Berlatihlah mengerjakan soal dengan cepat karena saat tes nanti waktu yang diberikan sangat terbatas.

3. Kuasai Kemampuan Bahasa dan Komputer

Kemampuan bahasa Inggris dan keterampilan komputer merupakan salah satu modal penting dalam menjalani seleksi masuk sekolah kedinasan. Tes ini juga menjadi salah satu tahapan penting yang menentukan calon siswa dan taruna untuk lolos ke tahapan berikutnya.

4. Siapkan Mental

Jaga kondisi mental. Jangan stress karena kondisi mental akan mempengaruhi seseorang dalam mengerjakan setiap tahapn seleksi tes masuk sekolah kedinasan. Jika kondisi mental Kamu baik, hasilnya juga pasti akan baik.

5. Jaga Kesehatan

Kesehatan tubuh merupakan faktor yang sangat penting saat menjalani tahapan seleksi sekolah kedinasan. Apalagi nantinya akan ada tes fisik dan juga kesehatan.

Sebelum menjalani tes kesehatan, pastikan bahwa kondisi anda dalam keadaan benar-benar fit. Lakukan pemeriksaan diri secara keseluruhan sebelum tes berlangsung.

Jangan lupa untuk tidur yang cukup dan mengonsumsi vitamin sebelum menghadapi setiap tes yang diberikan.

6. Bersikap jujur

Jawablah segala pertanyaan dengan jujur, sopan, dan menggunakan bahasa yang formal. Di samping itu, kejujuran juga penting saat melakukan pengumpulan dokumen.

Jangan berani-berani memalsukan atau memanipulasi data karena bisa membuatmu langsung gugur dalam proses seleksi.

7. Berdoa

Nah, jangan cuma berusaha. Kamu juga harus berdoa ya, siapa tahu aja ada keajaiban atau keberuntungan yang berpihak pada kamu.

Selamat Berjuang. Semoga Anda menjadi salah satu Calon Praja IPDN 2020 yang lulus tahun ini.